Catatan Acak Muhammad Yorga

April 4, 2009

Kenapa Kita Harus Menang (2)

Filed under: Bangsa dan Realitas — yorga @ 12:14 pm

Alasan berikutnya kenapa kita harus memenangkan agenda politik ini adalah alasan kemanusiaan yang universal, terutama tentang nasib saudara-saudara seiman kita di seluruh penjuru dunia. Jika Anda adalah pelanggan setia harian republika maka Anda akan memahaminya. Bukalah halaman paling belakang, setiap hari ada saja sesuatu yang menimpa saudara kita nun jauh di sana.

Tahukah Anda jika muslimin Amerika kesulitan mendapat makanan halal? Atau pemerintah Eropa, Skandinavia, bahkan Tunisia yang melarang penggunaan jilbab? Pemerintahan Islam pun mengalami hal yang serupa. Pemerintah Islam Sudan ditekan, Somalia dianggap penjahat perang, Pemerintah Islami Uganda dicap diktator, Parlemen Turki yang islami dihujat besar-besaran lantaran mencabut larangan berjilbab di tempat umum.

Ingatlah di awal tahun ini, Gaza diporak-porandakan. Kemana negara-negara Arab? Mana Jordan, Arab Saudi, Yaman, Lebanon? Diam saja masih mending, mereka tak kuasa menghadapi lobby Israel-Amerika. Malah ada yang lebih parah. Mesir. Ya, Mesir. Negara dimana Al-Ikhwanul Muslimin, tonggak sejarah baru kebangkitan Islam berdiri, ternyata menjadi pengekor setia Israel. Konon kabarnya penyerangan ini terjadi pasca pertemuan rahasia Tzipi Livni (Menteri Luar Negeri Israel) dengan pemerintah Mesir. Lihat saja, betapa sulitnya akses bantuan dunia melalui pintu masuk Palestina-Mesir, Rafah.

Hari ini, Republik Islam Iran cukup kuat. Ia dapat berdiri di atas kaki sendiri. Di tengah goncangan badai luar: embargo ekonomi, pengucilan dari dunia internasional, fitnah dan tuduhan, setidaknya mereka bertahan dan tetap kokoh dengan ideologinya (di luar kontroversi Syi’ah tentunya).

Hari ini, Hamas kuat. Tidak berhak Israel mengklaim Hamas takluk dalam penyerangan kemarin. Tidak. Justru mereka semakin kuat! Hamas bukanlah sebatas pergerakan militer, juga bukan hanya pergerakan ekonomi, Hamas telah mengakar di relung hati setiap warga Palestin. Mereka merasa tenteram selama ada Hamas melindungi mereka.

Namun, dunia hari ini membutuhkan wajah negara Islam yang berbeda. Yang tidak gontok-gontokan dengan Barat tapi tidak mengekor. Yang moderat tapi tidak kehilangan idealisme. Yang bersikap lemah lembut terhadap orang muslim dan bersikap keras terhadap kaum kafir (keras dalam artian tegas dan tamapak berwibawa).

Rudd dari Australia, Clinton dari Amerika, dan Menteri luar negeri Italia (saya lupa namanya) secara berturut-turut berkunjung ke Indonesia dan satu suara mereka “memuji” Indonesia sebagai negara Islam paling moderat di dunia. Timbul pertanyaan, apakah maksud pujian itu adalah klaim bahwa kita telah sekuler?

Naudzubillah…

Indonesia, saudaraku, sebagai negara berpenduduk Islam terbesar di dunia amat di nanti kioprahnya oleh negara-negara Islam lain. Pertolongan terbesar yang dirasakan oleh Gaza adalah dari Indonesia. Kita ingat bagaimana pemerintah (Hidayat Nur wahid, SBY dan Agung Laksono) bolak-balik melobby negara-negara dunia untuk menghentikan agresi itu. Begitu pula aksi solidaritas kita di bunderan HI, di Bandung, Yogya, dan kota-kota lain, lantas mengumpulkan dana miliaran rupiah, ternyata berpengaruh besar bagi warga Gaza sana.

Maka dari itu saudaraku, kita membutuhkan wajah pemerintahan Islam yang kuat. Yang jauh lebih kuat dari hari ini. Sehingga mereka gentar dengan kita. Tak ada lagi ceritanya Blok Cepu tergadaikan gara-gara lobby pemerintah Amerika. Bahkan boikot barang Israel bisa mencapai tahap boikot produksi, tak sekadar boikot pembelian secara temporal saja.

Mereka menanti kita, Gaza, Afgan, Iran, dan negara-negara Islam lain, juga minoritas penduduk muslim di negara Barat sana.

Kuatkan tekad, satukan tujuan, kibarkan panji Islam Islam dalam satu barisan, hal inilah yang menjadikan keniscayaan bagi kemenangan kita.

Semoga Allah meridhoi setiap langkah kita.

Jalan Juang

Filed under: Curhat yang Tak Perlu dibaca — yorga @ 11:30 am

Sabarlah wahai saudaraku
Tuk menggapai cita
Jalan yang kau tempuh
sangat panjang
Tak sekedar bongkah batu karang

Yakinlah wahai saudaraku
Kemenangan kan menjelang
Walau tak kita hadapi masanya
Tetaplah Al-Haq pasti menang

Tanam di hati benih iman sejati
Berpadu dengan jiwa Rabbani
Tempa jasadmu jadi pahlawan sejati
Tuk tegakkan kalimat Ilahi

Pancang tekadmu
Jangan mudah mengeluh
Pastikan azzam-mu smakin meninggi
Kejayaan Islam bukanlah
Sekedar mimpi
Namun janji Allah
Yang Haq dan pasti…!!

(Izzatul Islam)

Semangat… Semangatt…

Silakan download di sini

Maret 29, 2009

MABIT 2009

Filed under: Curhat yang Tak Perlu dibaca — yorga @ 2:55 pm

Prepare our self for “Malam Bina Iman dan Taqwa Angkatan 2009″ menjelang Ujian Nasional!

Maret 26, 2009

Rencanakan Harimu

Filed under: Ilmu dalam Artikel — yorga @ 12:39 am

Pernah denger kan istilah orang tua kita bahwa hidup ini ibarat air yang mengalir? Tau juga kan bahwa istilah itu sebenernya menjadi disalahartikan sebagai kepasrahan kita akan hidup? Jalani aja hidup apa adanya, karena nasib udah ada yang ngatur. Begitu katanya.

Nah, maka di training yang pernah kita ikuti kita pun dapat jawabannya: hidup butuh perencanaan. Kerennya mah visi dan misi. Kita jadi tau esensi yang terlupakan dari air yang mengalir, bahwa air pun sebenarnya punya tujuan yaitu ke hilir.

Masalahnya kita udah tau tapi ga kunjung memulai. Kita tau perencanaan hidup penting tapi kita masih ga punya bayangan taun depan perubahan apa saja yang udah kita lakukan. Berlalulah satu tahun tanpa kita tau perubahan apa yang udah terjadi. Tul ga?

Saya hendak berbagi. Betul lho perencanaan butuh ditulis dan diabadikan dalam sebuah resolusi. Pajang di binder yang setiap hari kita bawa kemana-mana.
Untuk memudahkan perencanaan, mari kita bagi perncanaan itu menjadi 5 segmen:

Perencanaan Finansial
Walaupun kita belum punya kewajiban mencari uang, perencanaan ini harus kita mulai. Mulailah berencana membuat bisnis kecil-kecilan, menulis yang menghasilkan uang, menjadi guru les, atau sekadar membaca-baca buku bisnis. Kenapa hal ini penting? Ya agar membuat kita terbiasa. Tau sendiri kan banyak yang menganggur tanpa aktivitas pascasarjana? Dengan kebiasaan yang sudah mulai kita pupuk dari sejak dini kita jadi punya gambaran apa yang bisa kita lakukan ke depan.
Berencanalah dengan target, setaun ini berapa penghasilan kita yang bukan dari orangtua. Berencanalah kita akan ikut berapa kali seminar bisnis taun ini.
Masalah tercapai atau tidak itu urusan belakangan.

Perencanaan Edukasi
Rencanakan taun depan peningkatan edukasi seperti apa yang telah terjadi. Bukan sekadar kita hendak masuk PTN mana, targetkan nilai-nilai kita mau berapa. Frekuensi belajar kita juga seberapa rutin. Oya, selain urusan akademis, edukasi juga menyangkut seberapa banyak buku yang kita baca juga sesuatu yang kita tulis. Hingga kita tau setaun dari sekarang apa saja pengetahuan kita yang bertambah sejak taun kemarin.

Perencanaan Sosial
Robert Kiyosaki bilang bahwa hal terpenting dalam kesuksesan hidup adalah jaringan. Seberapa banyak relasi kita. Maka rencanakan pula, setaun ke depan dimana saja kita hendak aktif. Apakah di himpunan mahasiswa, di LSM, di unit-unit atau di karang taruna dekat rumah. Jangan batasi kegiatan. Pilih yang banyak tapi dominankan satu yang jadi prioritas. Rasakan saja, alangkah indahnya jika kita punya banyak kenalan untuk disapa. Jaringan ini mungkin akan kita rasakan manfaatnya beberapa taun ke depan.
Selain menambah relasi baru, kita pun harus menjaga hubungan kita dengan teman akrab. Rencanakan apa yang hendak kita berikan di hari ulangtaunnya, tunjukan perhatian kita padanya. Maka me-list waktu ulangtaun teman setaun ke depan akan amat bermanfaat.

Perencanaan Keluarga
Ya. Seringkali kita melupakan keluarga akibat kesibukan aktifitas kita di luar rumah. Rumah hanya dijadikan tempat singgah dan beristirahat. Tidak baik juga jika kita memutuskan hubungan kita dengan mamah-papah. Rencanakan kapan kita meluangkan waktu untuk famili’s day. Taun ini, apa yang hendak kita berikan buat si mamah dan si papah. Silaturahim dengan keluarga besar juga musti dijaga. Ada baiknya kita berencana mengunjungi rumah nenek misalnya sebelum ujian.

Perencanaan Spiritual
Sesunggunya Allah menyeru kita untuk terus memperbaiki kualitas ketakwaan kita. Jangan sampai ibadah menjadi sekadar rutinitas yang terasa ’gitu-gitu aja’. Dengan membuat target misal membaca Al-Quran sehari satu halaman, itu akan menjaga kualitas ruhiyah kita. Begitu pula frekuensi solat sunah, mentoring, menghafal ayat dan sebagainya. Hanya, Allah ga suka yang berlebihan. Satu-satunya cara agar rencana kita tidak sekadar rencana adalah membatnya serealistis mungkin.

Perencanaan di atas semoga bisa menjadi langkah awal perubahan diri kita dalam hidup. Mulai saja menulisnya, momentum yang tepat bisa saja ketika kita masuk perguruan tinggi dan memulai langkah baru. Tuliskan rencanamu dan berikan penghapusnya pada Allah. Boleh jadi mereka tidak terwujud namun setidaknya kita telah punya itikad untuk berubah.

Seorang teman yang adalah wirausahawan pernah bilang,. Sebenernya perencanaan bagi seorang pemula akan wajar apabila yang terwujud hanya 20% saja. Kita pun tau, perusahaan sekelas Pepsi atau Apple aja belum tentu semua perencanaannya tercapai, pasti ada faktor eksternal yang akan menghambat.

Oke, selamat mencoba!

Kenapa Kita Harus Menang (Bagian 1)

Filed under: Bangsa dan Realitas — yorga @ 12:38 am

Setidaknya ada tiga hal yang menjadikan kemenangan kita menjadi sebuah keniscayaan,
Pertama, keadaan kita hari ini yang sedang dalam masa transisi. Kemenangan politik adalah keberlanjutan dari proses dakwah kita berikutnya. Mihwar Siyasi menuju Daulah. Begitu istilahnya.

Sejenak mari kita flashback ke era orde baru dulu. Ketika liqo/mentoring menjadi aktivitas rahasia yang akan dibredel jika kepergok oleh rezim otoriter. Pemerintah begitu trauma dengan keberadaan Negara Islam Indonesia sedemikian sehingga segala aktivitas islam yang sedikit menyimpang dari konteks solat, shaum dan ibadah mahdoh lainnya akan langsung disoroti sebagai ajaran sesat yang mengancam keutuhan NKRI.

Maka sejak kejatuhan rezim ini kita pun beralih ke tahapan Siyasi (politik), mengingat perubahan sosial hanya akan terwujud jika terjadi perubahan dalam pemerintahan.Perubahan ini memang dilematis bagi kita, banyak anggota jama’ah yang berganti haluan karena menganggap kita telah salah melangkah. Masuk ke ranah ini sama dengan taruhan, tidak ada yang menjamin kemenangan dan tidak menutup kemungkinan kita yang masuk ke dalam sistem malah tercemari oleh kebusukan sistem. Tapi ijtihad berkata lain, upaya ini seperti tadi dikatakan, adalah upaya untuk me-massif-kan dakwah kita.

Namun langkah kita dijegal oleh muka-muka lama aktivis orde baru yang masih tetap bercokol di pemerintahan. Tapi itu tak mengapa, karena 1999 baru titik balik, kita tak mengharapkan kemenangan nyata.

Fenomena politik ini sebenarnya tetap bersinergis dengan eksistensi kita di masyarakat. Dengan didirikannya lembaga-lembaga sosial-pendidikan kita pun berusaha menyentuh grash-root. Terciptalah harmoni antara perjuangan politik dengan rekayasa sosial. Sebab kita becermin pada Hamas, yang di samping perjuangan politiknya ia mendirikan rumah sakit, sekolah, dan berbagai fasilitas masyarakat lainnya. Begitu pula dengan memaksimalkan aktivitas mentoring di sekolah dan kampus yang legal. Upaya ini cukup efisien dalam membentuk fikroh manusia-manusia yang akan mengemban narasi besar Islam nantinya.

Beranjak ke tahun 2004, perjuangan politik kita naik lagi secara bertahap. Tujuan kita kali ini adalah penegasan eksistensi kita dalam perpolitikan Indonesia, sekali lagi, belum saatnya kita menang. Maka hasilnya kita pun masuk ke dalam lingkaran terluar pemerintahan. Kita tahu segala kebijakan pemerintah tapi bukan kita yang berwenang di dalamnya.

Kini, hari ini, setelah mentoring merebak dimana-mana, dengan diusung hampir satu juta manusia pembawa narasi besar peradaban, menjadi sebuah keniscayaan bagi kita untuk naik ke tingkat selanjutnya dalam ranah ini. Terlebih, kiprah politik kita yang sangat luar biasa sepanjang lima tahun ini. Mereka, saudara kita yang berjuang di parlemen maupun pemerintah, memiliki track-record luar biasa baik dari segi kompetensi maupun integritas. Tanyakan saja kepada Google, fraksi mana yang tidak pernah bermasalah dengan KPK sepanjang lima tahun ini. Siapa pula menteri-menteri yang kinerjanya dapat diberi apresiasi. Maka kita akan mendapati bahwa kita termasuk di dalamnya.

Ya. Alasan pertama ini, dalam rangka mencapai tujuan kita menjadikan Islam sebagai rohmatanlil alamin, rahmat bagi peradaban dunia, langkah ini menjadi sebuah keniscayaan.

Futuh!!

Maret 8, 2009

Nyalakan Lilin

Filed under: Bangsa dan Realitas — yorga @ 3:09 pm

Kurang dari 2 bulan lagi pesta rakyat 5 tahun-an akan diselenggarakan, wacana golput malah semakin terngiang di negeri ini, mulai dari para pemilih pemula yang dilanda kebingungan, kalangan masyarakat apatis, kaum agamis, maupun para intelektual. Penyebabnya tentu beragam, namun intinya bermuara sama: kekecewaan terhadap dampak demokrasi yang kebablasan.

Memang, untuk mengatasi problematika kompleks yang menimpa negeri sampai ke akar-akarnya, tentu pesta 5 tahunan ini tidak akan berpengaruh banyak. Terbukti dengan pemilihan gubernur atau walikota yang telah lalu yang pada dasarnya hanya sekadar memilih jajaran pemerintahan tingkat atas, tapi tidak bagi sistem dan eksekutor lapangan yang tetap didominasi oleh orang-orang lama.

Solusi ideal untuk menuntaskan problematika bangsa adalah dengan memobilisasi manusia-manusia yang integritas dan kompeten di bidangnya masing-masing, menjadikan mereka pengelola negeri dan tidak menyisakan seorang pun manusia korup dan inkompeten di berbagai ranah. Maka solusinya pun mengarah kepada perbaikan sistem pendidikan guna menghasilkan sumber daya manusia yang paripurna.

Tapi itu sulit dan memakan waktu. Jauh lebih mudah mencari solusi efektif daripada solusi ideal. Memilih pemimpin amanah adalah suatu langkah efektif yang tentu tetap dibarengi dengan penyempurnaan kualitas pendidikan yang kontinyu. Oleh karena itu, menggunakan hak pilih dalam pemilu menjadi sebuah urgensi untuk mewujudkan solusi efektif tersebut.

Masalahnya, masyarakat cenderung melakukan generalisasi yang salah kaprah. Karena seorang oknum DPR melakukan korupsi, karena beberapa pihak melakukan money politic, semua calon legislatif pun dilabeli pendusta.

Saya percaya, masih ada calon legislatif yang amanah. Mereka adalah orang yang diberi kepercayaan oleh lingkungan sekitarnya untuk menjadi perpanjangan tangan mereka di dewan rakyat. Ia tidak mencalonkan diri pun menginginkan kekuasaan. Rasa terpanggil memaksa mereka untuk menerima pencalonan itu.

Terakhir, saya berdoa agar mereka diberi kekuatan untuk selalu bertahan dari berbagai tuduhan, diberi kekuatan untuk terus berjuang membela kepentingan rakyat, sehingga mereka dapat berteriak seperti Soekarno dulu, “Aku bukanlah budak Moskow, bukan pula budak Amerika. Aku adalah budak bagi rakyatku sendiri.”

Deudeuh

Filed under: Curhat yang Tak Perlu dibaca — yorga @ 3:07 pm

Inilah perjalanan perdana saya ke Surabaya, 800 kilometer ke arah timur dari Ujungberung. Bersama Fajar lolos ke semifinal olimpiade Math ITS Surabaya, kami berangkat dengan biaya penuh dari sekolah dengan harapan membawa pulang piala.

Faktanya kami kalah mengenaskan, tidak lolos ke final, urutan ke 11 dari 50 tim, sementara yang lolos 10 tim.

urutan 11 durutan 11 dari 10ari 10

Hehe.

Tapi Alhamdulillah, Surabaya jadi pengalaman yang menyenangkan. Menjadi dinamika dalam kisah Yorga menjelajahi berbagai kota di Indonesia. Where’s next???

Nb.
Nasi Rawon enak.

Bersama Fajar di ITS

Bersama Fajar di ITS

Olimpiade dan Menara Gading

Filed under: Sekolah Pendidikan dan Kesiswaan — yorga @ 2:57 pm

Berawal dari perbincangan dengan seorang guru SMA sebelah, saya menulis ini.

Olimpiade Sains hari ini terlalu dibanggakan oleh setiap SMA, seolah menjadi orientasi utama sementara dampak manfaatnya nihil.

Keberhasilan Indonesia menjuarai berbagai kompetisi olimpiade sains tingkat internasional pada kenyataannya tidak berhasil mengangkat kualitas pendidikan Indonesia di mata dunia. Tetu saja, tidak berlaku hukum sinekdoke totem pro parte di sini. Yang ada hanya sebuah jurang lebar antara peserta olimpiade yang superior dengan fakta ribuan pelajar yang tetap terbodohi oleh sistem pendidikan yang mengungkung mereka.

Keberhasilan dalam olimpiade sekadar disebabkan oleh pembinaan yang kontinyu terhadap mata pelajaran yang hendak diolimpiadekan dan bakat natural si peserta sendiri.

Sama halnya dengan di China. Guruku bercerita mengenai pola pembinaan olimpiade di sana yang jauh lebih terpola dibandingkan di Indonesia apalagi di Amerika. Di Amerika, peserta olimpiade adalah pelajar cabutan yang diminta ikut lomba beberapa hari sebelum lomba (Sama seperti di SMA 3 kali ya). Lain halnya dengan di China yang memang menciptakan manusia yang khusus ahli olimpiade. Dispensasi khusus untuk olimpiade, ekskul olimpiade, dan asrama olimpiade.

Karena Indonesia semakin merujuk kepada China, maka wajar jika juara-juara olimpiade internasional didominasi oleh China dan belakangan Indonesia. Amerika dan negara-negara maju Eropa jarang mengungguli China karena pelajar di sana tidak dididik untuk itu.

Sementara, saat diselenggarakan kompetisi internasional mengenai model (menjawab tantangan nyata dengan sains) negara Barat jauh mengungguli negara Timur.

Kenapa? Karena pendidikan Amerika dan Barat lebih cenderung kritis, melihat realitas dan aplikatif! Pun seorang dosen ITB yang menyatakan olimpiade sains hanya membentuk orang-orang yang pintar secara teori konseptis yang tidak terlalu berguna, hanya sekadar menjadi kebanggaan publik.

Makanya ITB lebih berbangga saat mahasiswanya berhasil membuat pembangkit listrik sederhana yang menerangi suatu desa dibandingkan sekadar juara olimpiade.

Tulisan ini dibuat sebagai pembenaran seorang peserta olimpiade matematika yang belum pernah merasakan juara, tidak ada kaitannya dengan juara matematika internasional yang menusuk dosennya sendiri lantas bunuh diri di universitas Nanyang.

Nonton Slumdog Milionere

Filed under: Curhat yang Tak Perlu dibaca — yorga @ 2:47 pm

Selasa lalu bertujuh kami menonton film peraih 8 Oscar ini di Blitz PVJ. Bioskop yang satu ini menjadi alternatif bagi pecinta film Indonesia mengingat Studio 21 cenderung membodohi kita dengan 4 tipe film saja: Hollywood, Film Hantu lokal, Film Semi-porno lokal dan Film Cengeng lokal.

Temanku bilang, seandainya Laskar Pelangi dirilis dengan Bahasa Inggris sebenarnya kualitasnya tak jauh beda dengan Kisah Slumdog ini, yang dijual benar-benar substansi film, bukan efek kamera atau suara. Kekentalan nuansa daerah pun amat memperkuat substansi kedua film ini.
Ya, kalau Kau punya waktu kosong, nonton Slumdog aja, ketimbang The Real Pocong atau apalah itu.

Shadow

Maret 1, 2009

Sebuah Simulasi Menarik

Filed under: Ilmu dalam Artikel — yorga @ 3:07 pm

Dialah Allah yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji di antara kita, siapa yang paling BAIK amalannya <al-mulk:2>

Sebaik-baik muslim adalah yang paling bermanfaat bagi muslim lainnya

Dauroh DKM tadi ditutup dengan sebuah simulasi outdoor,

Cowok dan cewek dibariskan dalam satu shaf (satu-satu jadi dua), di depan kita lapangan rumput luas terbentang. Lalu kita saling memegang pundak satu sama lain di samping kanan-kiri kita hingga membentuk barisan yang kokoh.

Aturan game sederhana, kita berlomba secara perorangan untuk berlari mencapai finish di depan sana tanpa melepas teman di kanan-kiri kita. Jika samping kanan kiri kita melambat, dorong pundak mereka, namun jika mereka malah menjadi halangan bagi kita mencapai tujuan, tinggalkan mereka.

Sederhana bukan?

Tapi, biasa, anak sma 3 kritis-kritis, sudah mikir duluan apa kira2 esensi games tersebut. Maka di shaf cowok, ada beberapa tipe orang:

orang yang mengikuti prosedur, yang penting dia lari cepat dan menang, soalnya diembel-embeli hadiah buku

orang yang menarik paksa teman2 di sampingnya

orang yang sengaja melambatkan larinya lantaran males dengan kata “simulasi”

Lain lagi dengan ceewek yang semuanya satu tipe,

Orang-orang yang penuh kebersamaan berjalan agak lambat menyesuaikan dengan langkah teman di sampingnya dan masuk finish pun bersama-sama (so swiit)

Padahal aturannya cukup jelas, finish kita adalah perorangan.

Layaknya kehidupan, masuk surga tentu sendiri-sendiri bukan? Namun pada dasarnya, kita memang berhimpun dalam suatu jama’ah. Berlomba-lomba dalam jama’ah jadinya. Kewajiban kita memang menarik paksa sahabat-sahabat di samping kita agar bersama kita menuju jannatnya (tapi tetep kita yang pertama, kan lomba).

Itulah konsekuensi bagimu yang berhimpun dalam jama’ah, kau tak boleh marah saat orang menarikmu dengan cara yang keras!

Namun, saat mereka malah menjadi kanker dalam jama’ah yang memperlambat laju jama’ah sendiri, maka tinggalkanlah. Menunggu hanya akan membuatmu lelah dan tak sampai pada tujuan akhirmu.

Dialah Allah yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji di antara kita, siapa yang paling BAIK amalannya <al-mulk:2>

Halaman Berikutnya »

Theme: Rubric. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.